Pada bulan Januari 2005, tercetus ide mendirikan suatu bentuk organisasi sosial yang bertujuan untuk menangani atau mengurus anak yatim.  Setelah melalui serangkain pertemuan yang dihadiri 5 – 10 orang penggagas, terbentuklah ‘KEPENGURUSAN ANAK YATIM’ yang dalam hal in menjadi seksi khusus dibawah ketakmiran Musholla Al Huda, Pondok Babadan Baru, Kelurahan Beji, Kecamatan Ungaran Timur, Kabupaten Semarang. ‘Kepengurusan Anak Yatim’ merupakan organisasi sosial kemasyarakatan yang nir laba (non profit oriented organization).  Pada awal pembentukannya, kepengurusan tersebut beranggotakan 10 orang yang terdiri dari seorang Ketua, seorang Sekretaris, seorang Bendahara, dan seksi usaha yang berjumlah 7 orang. Ketua takmir Musholla Al Huda secara otomatis karena jabatannya (ex officio) menjadi salah seorang pengurus. Ke 10 anggota pengurus bersepakat menjadi donatur tetap (atau rutin) tahap pertama. Sebagian besar dari mereka bahkan sekaligus berperan pula sebagai donatur tidak tetap (insidental). 

Organisasi Sosial ‘Kepengurusan Anak Yatim’ ini disepakati akan terus dikembangkan sejalan dengan perkembangan kinerja, tuntutan, serta kapasitas organisasi. Alhamdulillah, respons masyarakat di sekitar Musholla Al Huda khususnya (kini Masjid Al Huda), dan masyarakat di Kelurahan Beji pada umumnya, terhadap pembentukan atau pendirian ‘Kepengurusan Anak Yatim’ tersebut sangat tinggi.  Bahkan, mendapat dukungan yang besar pula dari para dermawan di luar Kelurahan Beji. Hal tersebut terlihat dari jumlah para donatur atau penyandang dana yang terus meningkat, baik masyarakat dari dalam maupun luar Kelurahan Beji.