Transparansi terhadap penerimaan serta pemanfaatan atau penggunaan dana dilakukan sebagai bentuk pertanggungjawaban pengurus organisasi terhadap para donatur, dermawan, atau penyandang dana.  Pertanggungjawaban tersebut didasari oleh firman Allah SWT yang lebih kurang berbunyi: “Sesungguhnya orang-orang yang memakan harta anak yatim secara zalim, sebenarnya mereka itu menelan api sepenuh perutnya dan mereka akan masuk ke dalam api yang menyala-nala (neraka)” (An Nisa [4]: 10).  Serta, hadits Nabi yang lebih kurang berbunyi: “Abu Hurairah r.a. berkata: Bersabda Nabi Muhammad SAW: ‘Tinggalkan tujuh dosa yang akan membinasakan’.  Sahabat bertanya: ‘Apakah itu ya Rasulullah?’.  Jawab Nabi: ‘….. Dan makan harta anak yatim. . . . .” (Buchary, Muslim).

Donatur dapat mengetahui arus masuk serta keluarnya dana yang disalurkan melalui pengurus.  Infrormasi tersebut disampaikan sekali setiap bulan pada rapat intern pengurus dan sekali setiap tiga hingga empat bulan kepada semua donatur.  Pertanggungjawaban pengurus kepada para donaur diberikan secara tertulis dalam bentuk laporan triwulan atau catur wulan.  Bilamana diperlukan, pengurus mengundang seluruh donatur untuk mengikuti penyampaian laporan pertanggungjawaban keuangan, sekaligus melakukan doa bersama-sama anak yatim serta para donatur yang ditujukan kepada keluarga serta arwah para almarhum/almarhumah sanak familinya.